aku mau ngeser tugas sejarahku ni siapa tahu berguna, Terima kasih ː̗(^▽^)ː̖
Kerajaan Mataram Kuno, Medang Kemulan, Kediri, Singosari, Majapahit
1.
Kerajaan Mataram Kuno ( abad VII M )
Kerajaan
Mataram Kuno terletak di Jawa Tenggah.Mengenai awal berdirinya kerajaan ini dapat diketahui dari prasasti Canggal ( 732 M ) yang menyebutkan adanya
pendirian sebuah Lingga di atas bukit Kunjarakunja oleh raja Sanjaya berarti
pendirian sebuah kekuasaan pemerintahan Hindu. Daerah tersebut dikelilingi
pegunungan dan gunung-gunung seperti Pegunungan Serayu, Gunung Prau, Gunung
Sindoro, Gunung Sumbi, Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, Gunung Merapi,
Pegunungan Kendang, Gunung Lawu, Gunung Sungai Progo, Sungai Elo, dan terbesar
adalah Sungai Bengawan Solo.
b. Didang Politik
Dalam prasasti Balitung ( Mantyasih ) 907 M disebutkan
nama-nama raja Mataram Kuno setelah sepeninggal Raja Sanjaya,yaitu :
1.
Rakai Panangkatan
2.
Rakai Pananggalan
3.
Rakai Warak
4.
Rakai Garung
5.
Rakai Pikatan
6.
Rakai Kayuwangi
7.
Raki Watuhumalang
8.
Rakai Watukura Dyah
Balitung
Temuan lain menyebut Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu
ini berakhir pada masa pemerintahan Raja Wawa.Sementara itu di abad dan wilayah
yang sama berkembang pula kekuasaan Dinasti Syailendra yang beragama Budha.
Adapun raja-raja Budha yang memerintah diantaranya:
1.
Raja Banu
2.
Raja Wisnu
3.
Raja Indra
4.
Raja Samaratungga
Menurut
Prasati Ratu Boko ( 856 M ) pernah terjadi perkawinan politik antara Rakai
Pikatan dari kerajaan Sanjaya dengan Pramudawardhani dari dinasti Syailendra.
Perkawinan politik ini menjadi simbol penyatuan kekuasaan Hindu dan Budha di
Jawa Tenggah. Hal ini mendorong Balaputradewa, adik dari
Pramudawardani,menyingkir ke sriwijaya
c. Bidang Budaya
Kerajaan Syailendra banyak
meninggalkan bangunan-bangunan candi yang sangat megah dan besar nilainya, baik
dari segi kebudayaan, kehidupan masyarakat dan perkembangan kerajaan.
Candi-candi yang terkenal seperti telah disebutkan di atas adalah Candi Mendut,
Pawon, Borobudur, Kalasan, Sari, dan Sewu.
Nama Borobudur diperkirakan berasal dari nama Bhumi Sambharabudhara. Bhumi
Sambhara berarti bukit atau gunung dan Budhara berarti raja. Jadi arti dari
nama tersebut adalah Raja Gunung, yang sama artinya dengan Syailendra. Candi
Borobudur memiliki
suatu sistem yang terbagi dalam tiga bagian yaitu Kamadhatu, Rupadhatu, dan
Arupadhatu.
d. Bidang Sosial
Kehidupan sosial
Kerajaan Syailendra, ditafsirkan sudah teratur. Hal ini dilihat melalui cara
pembuatan candi yang menggunakan tenaga rakyat secara bergotong-royong. Di
samping itu, pembuatan candi ini menunjukkan betapa rakyat taat dan
mengkultuskan rajanya.
e. Bidang Ekonomi
Perekonomian
Kerajaan Mataram Kuno mengembangkan perekonomian yang bersifat agraris karena
letaknya di pedalaman dan daerah yang subur tetapi pada perkembangan
berikutnya, Mataram mulai mengembangkan kehidupan pelayaran, hal ini terjadi
pada masa pemerintahan Balitung yang memanfaatkan Sungai Bengawan Solo.
2. Kerajaan Medang Kamulan ( abad X M )
a.
Lokasi Kerajaan
Kerajaan Medang merupakan pewaris kerajaan Mataram
Kuno,didirikan oleh Mpu Sendok dengan nama dinasti baru yaitu dinasti Isyana.Berdasarkan
penemuan beberapa prasasti, dapat diketahui bahwa Kerajaan Medang Kamulan
terletak di muara Sungai Brantas. Ibukotanya bernama Watan Mas. Kerajaan itu
didirikan oleh Mpu Sindok, setelah ia memindahkan pusat pemerintahannya dari
Jawa Tengah ke Jawa Timur.
Wilayah kekuasaan Kerajaan Medang
Kamulan pada masa pemerintahan Mpu Sindok mencakup Nganjuk di sebelah barat,
Pasuruan di sebelah timur, Surabaya di sebelah utara, dan Malang di sebelah
selatan. Dalam perkembangan selanjutnya, wilayah kekuasaan Kerajaan Medang
Kamulan mencakup hampir seluruh wilayah Jawa Timur.
b. Bidang Politik
Sejak berdiri dan berkembangnya Kerajaan Medang
Kamulan, terdapat beberapa raja yang diketahui memerintah kerajaan ini.
Raja-raja tersebut adalah sebagai berikut.
1.
Raja
Mpu Sindok
2.
Dharmawangsa
3.
Airlangga
4. Budaya dan Ekonomi
c.
Bidang Sosial dan Ekonomi
Bidang
perekonomian dan budaya juga mengalami kemajuan. Antara lain dibuat bendungan
Waringin Sapto utnuk pertanian. Pada tahun 1035 ditulis kitab Arjunawiwaha oleh
Mpu Kanwa. Kitab ini menggambarkan kehidupan Airlangga dan dirinya sebagai
titisan Dewa Wisnu. Perwujudannya dapat dilihat Arca Wisnu naik Garuda di Candi
Belahan. Sepeninggal Airlangga wilayah dibagi dua yaitu kerajaan Kediri dan
Jenggala.
Raja Mpu Sindok mendirikan ibu kota kerajaannya di tepi Sungai
Brantas, dengan tujuan menjadi pusat pelayaran dan perdagangan di daerah Jawa
Timur. Bahkan pada masa pemerintahan Dharmawangsa, aktifitas perdagangan bukan
saja di Jawa Timur, tetapi berkembang ke luar wilayah jawa Timur. Di bawah
pemerintahan Raja Dharmawangsa, Kerajaan Medang Kamulan menjadi pusat aktifitas
pelayaran perdagangan di indonesia Timur. Namun akibat serangan dari Kerajaan
Wurawari, segala perekonomian Kerajaan Medang Kamulan mengalami kehancuran.
3. Kerajaan Kediri
a. Lokasi
Kerajaan
Pada akhir pemerintahan Raja
Airlangga, wilayah kekuasaan dibagi dua, untuk menghindar terjadinya perang
saudara. Maka muncullah Kerajaan Kediri (Panjalu) dengan ibukota Daha
(Dahanapura), diperintah oleh Jayawarsa dan Kerajaan Jenggala dengan ibukota
Kahuripan, yang diperintah oleh Jayengrana.
Tetapi dalam perkembangan selanjutnya Kerajaan
Kediri mencapai kemajuan lebih pesat dari Kerajaan Jenggala. Pada awalnya,
wilayah kekuasaan Kerajaan Kediri meliputi Madiun dan daerah bagian barat
Kerajaan Medang Kamulan. Ibukota Kerajaan Kediri, yaitu Daha terletak di tepi
Sungai Berantas. Melalui pelabuhan Canggu, aktivitas perekonomian rakyat sangat
lancer sehingga mendatangkan kemakmuran. Wilayah Pengaruh Kerajaan Kediri
kemudian berkembang mencakup wilayah Indonesia Timur. Wilayah pemerintahan ini
sama seperti pada masa pemerintahan Raja Dharmawangsa.
b.
Bidang Politik
Adapun
yang memerintah kerajaan Kediri adalah:
1.
Sri Jayawangsa (
1104 – 1117 M )
2.
Kameswara ( 1117 – 1130 M )
3.
Jayabaya ( 1130 –
1160 M )
4.
Sarweswara ( 1160 –
1170 M )
5.
Aryeswara ( 1170 – 1180 M )
6.
Gandra ( 1180 –
1190 M )
7.
Srengga ( 1190 –
1200 M )
8.
Kertajaya ( 1200 –
1222 M )
c. Bidang Politik dan Ekonomi
Selama Prabu Jayabaya memegang kendali pemerintahan
dan tata praja, nusantara sungguh-sungguh diperhitungkan di kawasan Asia
Tenggara, Asia Tengah dan Asia Selatan. Beliau berhasil mewujudkan negara yang
gedhe obore, padhang jagade, dhuwur kukuse, adoh kuncarane, ampuh kawibawane.
Masyarakat merasakan negara yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta
raharja. Konsep saptawa, dijadikan sebagai program utama yaitu : wastra
(sandang), wareg (pangan), wisma (papan), wasis (pendidikan), waras
(kesehatan), waskita (keruhanian) dan wicaksana (kebijaksanaan). Masyarakat
Jawa percaya bahwa Prabu Jayabaya selalu bersikap arif dan bijaksana serta
menjunjung hukum yang berlaku. Semua golongan masyarakat bersatu padu mendukung
pemerintahannya. Refleksi kearifan warisan para leluhur raja Jawa dijadikan referensi
untuk membawa kebesaran nusantara.
4. Kerajaan Singosari ( abad
XIII M )
Sejarah
Kerajaan Singasari berawal dari Kerajaan Tumapel, yang dikuasai oleh seorang
akuwu (bupati). Letaknya di daerah pegunungan yang subur di wilayah Malang
dengan pelabuhannya bernama Pasuruan. Dari daerah inilah Kerajaan Singasari
berkembang dan bahkan menjadi sebuah kerajaan besar di Jawa Timur, terutama
setelah berhasil mengalahkan Kerajaan Kediri
dalam pertempuran di dekat Ganter tahun 1222 M.
b. Bidang Politik
Kerajaan
Singasari yang pernah mengalami kejayaan dalam perkembangan sejarah Hindu di
Indonesia pernah diperintah oleh raja-raja sebagai berikut.
1.
Ken Arok
2.
Anusapati
3.
Tohjaya
4.
Ranggawuni (
Wisnuwardhana )
5.
Kertajaya
Masa pemerintahan Kertajaya merupakan masa kejayaan
kerajaan Singosari.Upaya yang dilakukan Kartanegara untuk mencapai kejayaan
adalah:
a. Bidang politik dalam negri :
1.
Menyingkirkan
orang-orang yang tidak sepaham seperti : Raganata dan Aryawiraraja.
2.
Berbuat baik pada
lawan politik dengan mengagkat Ardaraja dan R. Wijaya sebagai menantu
3.
Memperkuat angkatan
perang
4.
Menangkis kesaktian
pemecah ( kutukan sejak masa Janggala dan Kediri ) dari mpu Bharada dengan
mendirikan patung Joko Dolog ( perwujudan Kertanegara sebagai Dhyani Budha ).
b.
Bidang Politik Luar Negri
1.
Mempersatukan
Nusantara
2.
Membentuk
pertahanan Asia Tenggara dengan melakukan persahabatan dengan kerajaan Champa
di kamboja.
3.
Bidang agama dengan
memadukan ajaran Hindu dan Budha menjadi agama baru Syiwa Budha (Tantrayana)
4.
Bidang pemerintahan
dengan menyusun pemerintahan yang teratur.
c. Bidang Ekonomi
Mata pencaharian penduduknya
bertani dan berdagang, dan pengrajin. Bahkan mereka melakukan perdagangan
Internasional.
d. Bidang Budaya
Ditemukan peninggalan candi –
candi dan patung – patung diantaranya candi Kidal, candiJaga, dan candi
Singasari. Sedangkan patung – patung yang ditemukan adalah patung Ken Dedes
sebagai Dewa Prajnaparamita lambang kesempurnaan ilmu, patung Kertanegara dalam
wujud patung Joko Dolog, dan patung Amoghapasa juga merupakan perwujudan
Kertanegara (Kedua patung Kertanegara baik patung Joko Dolog maupun Amoghapasa
menyatakan bahwa Kertanegara menganut agama Buddha beraliran Tantrayana).
e. Bidang Sosial
Berdasarkan kitab
Nagarakertagama dan Pararaton serta berita Cina, diketahui bahwa masyarakat
Singasari terbagi atas kelas atas (keluarga raja dan kaum bangsawan) dan kelas
bawah (rakyat jelata). Ada
juga kelompok tetua agama, baik pendeta Hindu maupun Budha.
5. Kerajaan Majapahit ( abad
XIV )
Kerajaan Majapahit di dirikan oleh Raden Wijaya. Setelah
berhasil mengalahkan Jayakatwang, dengan dibantu oleh tentara China ( utusan
Kubilai Khan yang bermaksud menyerang Singosarai, sebagai tindakan balasan atas
pengusiran tentara China oleh Kartanegara ) dan kemudian dapat mengusir tentara
utusan Kubilai - Khan kembali ke China.
a. Lokasi Kerajaan
Dalam
sejarah Indonesia, Kerajaan Majapahit merupakan suatu kerajaan yang besar yang
disegani oleh banyak bangsa asing. Namun sejarah Majapahit pada hakikatnya
menerima banyak unsure politis, kebudayaan, social, ekonomi, dari Kerajaan
Singasari, sehingga pembahasan Kerajaan Majapahit tidak dapat dipisahkan dari
sejarah Kerajaan Singasari.
Konon,
Majapahit berasal dari kata maja dan pahit. Maja adalah salah satu jenis
buah yang memang terkenal pahit rasanya. Kebetulan di desa Trowulan, Kediri,
Jawa Timur, buah-buahan seperti ini banyak ditemukan. Nah, di situlah berdiri
sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Majapahit.
b. Bidang Politik
Raja- raja penting yang
pernah memerintah kerajaan Majapahit:
1.
R. Wijaya (
Kertarajasa Jayawardhana ), pendiri Majapahit
2.
Jayanegara ( Raden
Kalagement )
3.
Tribhuwanatunggadewi
4.
Hayam Wuruk
5.
Wirakrama Wardhana
cc.Bidang Sosial dan Budaya
Berita Cina yang ditulis oleh
Ma-Huan sewaktu mengikuti perjalanan Laksamana Cheng-Ho ke Jawa memberi
penjelasan mengenai keadaan masyarakat Majapahit. Antara lain bahwa kota
Majapahit terletak di pedalaman Jawa. Istana Raja dikelilingi tembok tinggi
lebih dari 3 zhang, pada salah satu sisinya terdapat pintu gerbang yang berat
(mungkin terbuat dari logam). Tinggi atap bangunan antara 4-5 zhang, gentengnya
terbuat dari papan kayu yang bercelah-celah (sirap). Raja Majapahit tinggal di
istana, kadang-kadang tanpa mahkota, tetapi sering kali memakai mahkota yang
terbuat dari emas dan berhias kembang emas. Raja memakai kain dan selendang
tanpa alas kaki, dan kemanapun pergi selalu memakai satu atau dua bilah keris.
Apabila raja keluar istana, biasanya menaiki gajah atau kereta yang ditarik
lembu. Penduduk Majapahit berpenduduk sekitar 200-300 keluarga. Penduduk
memakai kain dan baju, kaum lelaki berambut panjang dan terurai, sedangkan
perempuannya bersanggul. Setiap anak laki-laki selalu membawa keris yang
terbuat dari emas, cula badak atau gading. Bahasa penduduk pribumi itu sangat
halus dan indah, dan mereka mengenal tulis menulis dengan daun kajang sebagai
kertasnya dan pisau tajam sebagai pena.
Berita Cina juga menyatakan
bahwa mereka duduk di rumahnya tanpa menggunakan bangku, tidur tampa ranjang,
dan makan tanpa memakai sumpit. Sepanjang hari mereka senang memakan sirih,
baik laki-laki maupun perempuan. Secara umum penduduk Majapahit menurut Ma-Huan
dapat digolongkan menjadi tiga yaitu orang-orang Islam yang datang dari barat
dan mendapat mata pencaharian di ibukota; orang-orang Cina yang beragama Islam
selaku niagawan tinggal di ibukota dan kota-kota pelabuhan; dan penduduk
pribumi yang masih menyembah berhala dan gemar memelihara anjing.
d.
Bidang Ekonomi
Majapahit merupakan negara
agraris dan juga sebagai negara maritim. Kedudukan sebagai negara agraris
tampak dari letaknya di pedalaman dan dekat aliran sungai. Kedudukan sebagai
negara maritim tampak dari kesanggupan angkatan laut kerajaan itu untuk
menanamkan pengaruh Majapahit di seluruh nusantara. Dengan demikian, kehidupan
ekonomi Kerajaan Majapahit menitikberatkan pada bidang pertanian dan pelayaran
perdagangan.
Dari : >>>>>Berbagai Sumber<<<<<